Senin, 11 Maret 2013

Don't Cry

Pandangan budaya mengungkapkan kalau pria tidak boleh menangis. Hal ini membuat banyak pria menutupi emosinya, bahkan ketika sedang merasa bahagia. "Ekspresi perasaan yang ingin ditunjukkan pria dan dianggap lebih diterima justru kemarahan dan gairah seksual.. Meskipun seorang pria berusaha menutupi saat ia menangis, sebenarnya ia membutuhkan membutuhkan dukungan. Jika menurut Anda ia lebih diam dari biasanya dan melihatnya menangis diam-diam, cobalah tanyakan keadaannya. Pria memang tak suka bercerita, tetapi ia tetap membutuhkan kelembutan dan dukungan untuk menenangkan emosinya.. Meskipun pria sedang sangat sedih, tetapi banyak yang menahan diri untuk tidak menangis. Pria cenderung merasa sebagai pelindung dan tak ingin terlihat lemah dengan menangis di depan pasangannya. "Karena ia ingin terlihat tangguh dan jantan, perhatian utamanya adalah melindungi dan memastikan pasangannya merasa aman,Karena pria sangat tidak nyaman dengan menunjukkan emosi, berarti dia akan berusaha untuk mengatasi masalah dengan keadaan tenang dan tegar, serta menahan tangis. Tetapi hal ini membuat dirinya bermasalah dalam mengekspresikan emosi, baik verbal maupun fisik. Akibatnya pria cenderung diam dalam waktu lama dan sulit diajak berkomunikasi.. Ketika sesuatu yang direncanakan dengan matang tidak berjalan dengan baik, pria bisa saja menangis. Frustasi, kecewa, marah, sedih bercampur jadi satu. "Jangan salahkan air mata pria, karena perasaannya yang sensitif,,Tak masalah jika seorang pria bisa menangis dalam segala situasi emosional,, Justru itu merupakan gambaran kalau dirinya adalah priabadi yang seimbang. "Itu menunjukkan ia adalah orang yang seimbang, antara sisi maskulinitas dan emosional.. Pria tipe ini juga tidak bermasalah dalam menunjukkan perasaan dan emosinya. Bisa jadi ia tipe pria yang romantis dan sangat mudah diajak berbicara..

Pria itu dilahirkan dengan pikiran yang logis analitis ( rasional),, ini terkait dengan IQ.. Segala sesuatu harus masuk akal.. Makanya mereka suka berdebat..Sementara itu, wanita lebih kuat otak kanannya yang penuh empati dan keperdulian, ini terkait dengan EQ..Karena kuat otak kirinya pria menjadi sangat rasional.. Sementara itu wanita yang kuat otak kanannya menjadi sangat emosional..Pria merasa tabu untuk menangis (rasional), wanita menjadikan tangisan (emosional) sebagai senjata untuk meluluhkan hati pria..Solusi : Pria harus lebih emosional/perasa (kalau perlu nangis gak paa), sementara wanita harus lebih rasional/pemikir (jangan sedikit-sedikit nangis)..
Secara anatomi, otak pria dan wanita sangat berbeda baik kimiawi, hormonal, dan psikologis. Perbedaan-perbedaan itu menyebabkan perbedaan cara berpikir, merasa, dan berperilaku secara fundamental.Otak pria sangat tersistematis, dengan kemampuan yang tinggi untuk mengelompokkan segala sesuatu, kemampuan yang rendah untuk multitasking, kemampuan yang tinggi untuk mengontrol emosi, orientasi hubungan (relasional) yang rendah, orientasi kerja yang tinggi, kemampuan yang tinggi untuk “mengasingkan diri”, kecenderungan untuk bertindak lebih dulu baru berpikir kemudian jika mengalami stress, respon yang agresif terhadap resiko, dan kecenderungan untuk berkompetisi dengan para pria lain. Sedangkan otak wanita mempunyai tingkat empati yang tinggi, kemampuan yang rendah untuk menggolong-golongkan, kemampuan yang tinggi untuk multitasking, kemampuan yang rendah untuk mengontrol emosi, mempunyai orientasi hubungan (relasional), orientasi kerja yang rendah, kemampuan yang rendah untuk “mengasingkan diri”, kecenderungan untuk berpikir dan merasa terlebih dahulu sebelum bertindak dalam meresponi stress, respon yang berhati-hati terhadap resiko, dan kecenderungan untuk bekerja sama dengan para wanita lain..

Umumnya wanita mempunyai perasaan dan hati yg lemah lembut sehingga sebagian besar wanita selalu menilai sesuatu dgn menggunakan perasaan dan hati jd wanita lebih cenderung emosional beda dgn pria yg lebih cenderung menilai sesuatunya dgn menggunakan logika dan akal pikiran yg sehat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar